Sejarah Sumpah Pemuda


Salah satu momen bersejarah adalah ketika sumpah pemuda diproklamirkan sebagai hari yang sampai saat ini selalu diperingati. Kejadian penting dalam pergerakan untuk memerdekakan indonesia, pada jaman penjajahan belanda saat itu para pemuda sadar bahwa pergerakan yang mereka lakukan tidak memberikan hasil yang maksimal untuk terjadinya kemerdekaan indonesia.

Oleh sebab itu para pemuda seluruh indonesia bersatu melawan penjajahan belanda pada masanya, lau diadakan kongres pemuda yang diadakan pada bulan april dan bulan oktober. Sumpah pemuda lahior dari kongres pemuda yang diadakan pada bulan oktober. Inilah yang mengobarkan semangat para pejuang tanah air untuk memperjuangkan terbentuknya tanah air indonesia yang merdeka dan bebas dari penjajahan. Isi sumpah pemuda diproklamasikan sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap penjajahan belanda terhadap tanah air tercinta. Sampai saat ini sumpah pemuda diabadikan dalam mueseum yang bisa dikunjungi oleh siapapun. Waktu itu kongres diadakan, jumlah peserta yang hadir mencapai tujuh ratus orang.

Tetapi yang tercatat sekarang, dengan merujuk pada daftar hadir, hanya 82 orang. Kongres Pemuda saat itu memang diawasi sangat ketat oleh Belanda. Bahkan, pada hari kedua setelah Kongres ditutup, polisi kolonial menyita semua dokumen-dokumen kongres. Sangat mungkin terjadi, daftar hadir ratusan peserta lainnya hilang karena penyitaan itu. Rumusan Sumpah Pemuda, seperti kita kenal hari ini, berasal dari gagasan dan inisiatif Mohammad Yamin. karena rumusan Sumpah Pemuda ini menarik dan terkesan kocak.

Pada sesi terakhir Kongres, saat Mr Sunarjo dari utusan Kepanduan sedang berpidato, Yamin menuliskan rumusan Sumpah Pemuda itu lewat secarik kertas dan kemudian menyodorkannya kepada pimpinan Sidang, Soegondo Djojopoespito, Soegondo kemudian membacakan surat berisi rumusan resolusi itu, lalu memandang ke arah Yamin. Dalam sekelebat mata, Yamin membalas pandangan Soegondo itu dengan senyuman. Selanjutnya Soegondo meneruskan usul rumusan itu kepada Amir Sjarifuddin yang memandang Soegondo dengan mata bertanya-tanya. Soegondo mengangguk-angguk. Amir pun memberikan paraf “Setuju”. Begitu seterusnya sampai seluruh utusan organisasi pemuda menyatakan setuju. Hal ini yang perlu diketahui oleh banyak orang.

0 komentar